Investor memilih dan mendanai satu konsep sesuai perjanjian; tim BIDCOF mengelola bisnis yang didanai. Berikut ringkasan peluang, RAB, dan usulan skema kerja sama.
Outlet penjualan takeaway dan pelayanan pelanggan, dirancang beroperasi 24 jam.
Pusat persiapan dan produksi menu BIDCOF.
Pengendalian resep, kualitas, dan persediaan.
Pemasok produk jadi untuk kanal Coffee on the Road.
Kebutuhan utama
Peralatan bar & fit-out outlet
Deposit dan sewa tempat di muka
Inventory bahan baku awal
Modal kerja & dana cadangan
Modal awal
Rp81.500.000
Omzet / bulan
Rp45.000.000
Target / proyeksi
Laba operasional / bulan
Rp6.969.883
Indikatif
Perlu validasi biaya sewa, kebutuhan shift 24 jam, payroll, dan harga vendor.
Visual konsep. Tampilan unit final dapat berbeda.
Opsi Investasi B · Konsep 02
Tahap perencanaan
Coffee on the Road
Motor custom box · produk jadi
Peran utama
Memperluas jangkauan pelanggan dan menambah kanal penjualan.
Menguji titik penjualan potensial sebelum membuka lokasi baru.
Mengambil produk jadi dari outlet utama — tidak ada produksi utama di atas motor.
Menjaga stok, suhu, kebersihan, masa simpan, dan retur selama penjualan.
Kebutuhan utama
Sepeda motor + box custom berinsulasi
Ice pack (belum menggunakan kompresor aktif)
Stok produk jadi & modal kerja
Operator, bensin, titik jual, sanitasi
Modal awal
Rp29.660.000
Omzet / bulan
Rp18.837.000
Target / proyeksi
Laba operasional / bulan
Rp1.330.260
Indikatif
Perlu uji harga beli dari outlet, tingkat retur, masa simpan produk, dan rantai dingin.
Visual konsep. Tampilan unit final dapat berbeda.
Kebutuhan investasi
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Rincian modal awal per unit sesuai RAB terbaru. Kedua konsep dapat didanai terpisah; jika keduanya didanai, total modal awal menjadi Rp111.160.000.
RAB 01
Coffee To Go 24 Jam
Rincian modal awal Coffee To Go 24 Jam
Pos biaya
Jumlah
CAPEXPeralatan & fit-out outlet
Rp39.400.000
Pre-opening
Rp3.800.000
Inventory awal
Rp3.825.000
Deposit & sewa di muka
Rp20.640.000
Modal kerja + contingency
Rp13.835.000
Total modal awal
Rp81.500.000
Target omzet dasar dari RAB. Rincian asumsi (gelas/hari × harga rata-rata) perlu konfirmasi.
RAB 02
Coffee on the Road
Rincian modal awal Coffee on the Road
Pos biaya
Jumlah
Sepeda motor
Rp12.000.000
Box custom + rangka
Rp3.500.000
Insulasi + ice pack
Rp1.500.000
Branding & perlengkapan
Rp1.900.000
Servis awal + holder
Rp1.850.000
Pre-opening
Rp1.000.000
Stok produk jadi
Rp610.000
Modal kerja 1 bulan
Rp5.300.000
Contingency
Rp2.000.000
Total modal awal
Rp29.660.000
Omzet indikatif dari simulasi RAB. Rincian asumsi (unit/hari × harga × hari jual) perlu konfirmasi.
Ringkasan keuangan & profitabilitas
Setiap angka diberi label agar jelas mana fakta RAB, target, perhitungan turunan, dan data yang masih menunggu konfirmasi. Seluruh angka per unit, periode bulanan kecuali disebutkan lain.
Perbandingan ringkasan keuangan kedua konsep
Pos
Jenis
Coffee To Go 24 Jam
Coffee on the Road
Dasar / catatan
Modal awal
Fakta RAB
Rp81.500.000
Rp29.660.000
Jumlah seluruh pos RAB, sekali di awal.
Omzet / bulan
Target
Rp45.000.000
Rp18.837.000
Penjualan kotor bulanan; asumsi volume & harga perlu konfirmasi.
HPP & OPEX / bulan
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Rincian belum tersedia di RAB yang diterima.
Laba operasional / bulan
Indikatif
Rp6.969.883
Rp1.330.260
Omzet − HPP − biaya operasional, menurut RAB.
Margin laba operasional
Dihitung
15,5%
7,1%
Laba operasional ÷ omzet.
Laba bersih / bulan
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Butuh data pajak, penyusutan, dan biaya non-operasional.
Payback sederhana (tingkat usaha)
Dihitung
± 11,7 bulan
± 22,3 bulan
Modal ÷ laba operasional. Sebelum bagi hasil; bukan periode balik modal investor.
BEP omzet
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Perlu konfirmasi
Butuh pemisahan biaya tetap dan HPP per unit.
Definisi istilah
Modal awal
Total dana sekali di awal untuk memulai satu unit: CAPEX, pre-opening, inventory awal, deposit/sewa, modal kerja, dan contingency.
Omzet
Total penjualan kotor per bulan sebelum dikurangi biaya apa pun.
HPP
Harga pokok penjualan: biaya bahan langsung per produk yang terjual (kopi, susu, gula, cup, dll.).
Laba operasional setelah dikurangi pajak, penyusutan, dan biaya non-operasional lain yang disepakati.
Laba yang dapat dibagikan
Bagian laba bersih yang dibagikan setelah 10% ditahan sebagai cadangan/pengembangan usaha.
Porsi investor
Persentase dari laba yang dapat dibagikan — bukan persentase dari omzet, bukan pula saham.
Pengembalian modal
Mekanisme terpisah yang harus diatur di perjanjian. Modal tidak otomatis kembali saat kerja sama berakhir.
Kepemilikan saham / aset
Skema bagi hasil ini tidak memberi saham. Status kepemilikan aset dan hak atas brand harus ditulis eksplisit dalam perjanjian.
Usulan kerja sama
Skema investor pasif — terbatas 3 tahun
Langkah 1
Dari laba bersih, 10% ditahan sebagai cadangan/pengembangan; 90% menjadi laba yang dapat dibagikan.
Tahun 1
80%
Investor menerima 80% dari laba yang dapat dibagikan; BIDCOF 20%.
Tahun 2
50%
Investor menerima 50% dari laba yang dapat dibagikan; BIDCOF 50%.
Tahun 3
50%
Investor menerima 50% dari laba yang dapat dibagikan; BIDCOF 50%.
Ketentuan yang diusulkan
Porsi investor 80% / 50% / 50% dihitung dari laba yang dapat dibagikan — bukan dari omzet, dan bukan saham.
Investor memilih dan mendanai satu konsep; tim BIDCOF mengelola bisnis yang didanai.
Durasi dan seluruh persentase merupakan usulan yang dapat dinegosiasikan.
Perpanjangan kerja sama ditawarkan paling lambat 30 hari (H-30) sebelum periode berakhir.
Pengembalian modal dan kepemilikan aset diatur terpisah di perjanjian.
Usulan negosiasi, bukan jaminan hasil. Modal investor belum tentu kembali dalam 3 tahun. Bagi hasil hanya dibayarkan bila ada laba yang dapat dibagikan.
Simulasi bagi hasil
Ilustrasi porsi investor dengan laba bersih yang dianggap tetap setiap bulan. Ubah angka laba bersih untuk melihat skenario lain.
Rp
Menggunakan laba operasional indikatif RAB sebagai pendekatan laba bersih (Rp6.969.883).
Ditahan sebagai cadangan (10%)
Rp696.988
Laba dapat dibagikan (90%)
Rp6.272.895
Tahun 1 · investor 80%
Rp5.018.316 / bulan
Rp60.219.789 / tahun
Tahun 2 · investor 50%
Rp3.136.447 / bulan
Rp37.637.368 / tahun
Tahun 3 · investor 50%
Rp3.136.447 / bulan
Rp37.637.368 / tahun
Total porsi investor 3 tahun (ilustrasi)
Rp135.494.526
166% dari modal awal Rp81.500.000
Akumulasi bagi hasil menyamai modal
Bulan ke-19
Indikator saja — bukan jadwal pengembalian modal.
Ilustrasi sederhana, bukan proyeksi resmi atau jaminan hasil. Laba bersih aktual bisa lebih rendah dari laba operasional setelah pajak dan biaya lain, dan bisa berbeda setiap bulan. Pengembalian modal diatur terpisah dalam perjanjian.
Perjanjian
Hak, kewajiban, dan batasan
Pisahkan tiga hal dalam kontrak
01
Bagi hasil laba
Persentase investor dari laba yang dapat dibagikan selama masa kerja sama.
02
Pengembalian modal
Mekanisme tersendiri; tidak otomatis terjadi hanya karena kontrak berakhir.
03
Kepemilikan usaha, aset & brand
Harus dinyatakan eksplisit; model ini tidak otomatis memberi saham.
Investor
•Menyetorkan modal sesuai jadwal yang disepakati.
•Menerima laporan keuangan berkala.
•Menerima bagi hasil sesuai perjanjian.
•Bersifat pasif — tidak menangani operasional harian.
Tim BIDCOF
•Menjalankan management dan operasional.
•Menjaga transparansi transaksi dan pencatatan.
•Melaporkan kinerja dan penggunaan dana.
Perlu ditulis di perjanjian
•Jangka waktu dan tanggal mulai kerja sama.
•Definisi laba bersih dan laba yang dapat dibagikan.
•Jadwal dan cara pembayaran bagi hasil.
•Mekanisme kerugian, penghentian, dan penyelesaian sengketa.
Transparansi
Risiko & kebutuhan validasi
Hal-hal berikut dapat membuat hasil aktual berbeda dari RAB dan menjadi fokus tahap validasi dan pilot.
Proyeksi belum teruji
Omzet dan laba masih berbasis RAB, belum data penjualan nyata dari outlet atau unit mobile.
Biaya operasional 24 jam
Payroll tiga shift, keamanan, dan utilitas malam hari bisa lebih tinggi dari asumsi.
Lokasi & sewa
Harga sewa, deposit, dan lalu lintas pelanggan bergantung pada lokasi yang belum final.
Rantai dingin mobile
Produk jadi di box berinsulasi memiliki batas masa simpan; retur dan waste perlu diuji.
Harga bahan baku
Fluktuasi harga kopi, susu, dan gula aren memengaruhi HPP dan margin.
Perizinan & regulasi
Izin usaha, izin lokasi, dan aturan berjualan keliling perlu dipastikan per wilayah.
Pilot & ekspansi
Roadmap pengembangan
Phase 01
Saat ini
Validasi
Finalisasi vendor, lokasi, menu, supplier, SOP, dan revisi RAB.
Phase 02
Pilot outlet
Jalankan konsep yang dipilih investor; ukur omzet, margin, waste, dan kebutuhan operasional.
Phase 03
Unit mobile
Jalankan Coffee on the Road setelah alur pasokan dan stok dari outlet stabil.
Phase 04
Review investor
Laporan bulanan, evaluasi kuartalan, dan keputusan ekspansi berbasis data.
Prinsip: ekspansi dilakukan setelah data nyata membuktikan margin dan arus kas, bukan hanya berdasarkan target omzet.
FAQ
Pertanyaan yang sering diajukan
Tertarik dengan peluang investasi BIDCOF?
Kenali peluang pengembangan BIDCOF dan sampaikan ketertarikan Anda. Tim kami akan membantu menjelaskan konsep bisnis dan skema kerja sama yang tersedia.